Tangerang, HSP Academy. Pembangkit Jawa Bali. ISO 19011:2018 merupakan standar internasional untuk audit sistem manajemen. ISO merupakan organisasi independen Internasional yang mengembangkan berbagai standar, dengan tujuan untuk memastikan kualitas, kemanan, efesiensi produk, layanan serta sistem yang berjalan di sebuah perusahaan.
ISO 19011:2018 dirancang untuk memberikan saran kepada oganisasi dan perusahaan tentang cara mempersiapkan program audit atau mengaudit sistem manajemen dan ini termasuk kepada manajemen lingkungan, dan manajemen resiko serta mutu.
Pengenalan ISO 19011:2018
PT. PJB Services (Pembangkit Jawa Bali) telah mempercayakan kepada HSP Academy dalam proses training Auditor lingkungan ISO 19011:2018 dengan total 7 peserta dengan harapan seluruh peserta mampu memahami dan mengaplikasi proses training tersebut kepada perusahaan dimana mereka bekerja.
Tentu proses training ini dipimpin oleh trainer yang berpengalaman dan juga ahli dalam proses audit 19011:2018 dan juga telah tersertifikasi. Proses training dilakukan secara online melalui aplikasi dengan tujuan mempermudah proses training kepada para peserta yang memiliki keterbatasan jarak dalam prosesnya.
Adapun yang menjadi tolak ukur dalam proses training ini adalah pemaham peserta training atas bebera prinsip atau pendekatan seperti :
1. Bersifat profesional, artinya setiap proses audit dilakukan dengan sungguh-sugguh dengan menggunakan ketepatan penilaian dalam audit 2. kerahasiaan, keamanan informasi hasik audit dijamin 3. pembampaian informasi secara objektif dan segala proses pelaporan data disampaikan dengan akurat dan benar. 4. Indpenden, tidak ada keberpihakan kepada siapaun pada saat proses audit. 5. Pendekatan berdasarkan bukti pekerjaan dan juga sistem yang telah berjalan. 6. Menggunakan pendekatan berdasarkan risiko dengan mempertimbangkan peluang dan risiko yang ada.
Hal yang membuat proses impelementasi ISO 19011:2018 bagi perusahaan.
1. Dapat melakukan penilaian terhadap kesesuaian sistem manajemen dangan standar yang ada 2. Meninjau dan melakukan penilaian seputar efektifitas aplikasi, pemeliharaan dan perbaikan system management. 3. Memastikan tujuan telah tercapai. 4. Menjadi sumber masukan untuk memperbaiki dan meyempurkan sustem yang saat ini berjalan.
Untuk memiliki pengetahuan lebih terkait dengan sistem ISO 19011:2018, anda dapat menghubungi pelatihan bersama kami dengan menghubungi marketing kami pada tiara@hanosen.com.
Tangerang, HSP Academy, belakangan ini banyak perusahaan memerlukan energi yang lumayan besar untuk menjalankan produksi ataupun operasional perusahaan. Konsumsi energi yang terus-menerus memberi dampak yang signifikan terhadap anggaran biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan.
Kurangnya perhatian dan kelalaian karyawan terhadap penggunaan konsumsi energi juga menyebabkan membengkaknya tagihan listrik yang harus ditanggung perusahaan. Berbagai macam cara dilakukan manajemen suatu perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dalam konsumsi energi, salah satu nya dengan melakukan perencanaan pemakaian energi secara efesien dan tepat.
Training Manager Energi
Untuk itu diperlukan seorang manajer energi yang memiliki kompetensi sesuai dengan standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) bidang energi.
SASARAN DAN MANFAAT TRAINING MANAJER ENERGI
Peserta memahami peraturan perundangan energi yang relevan Peserta memahami prinsip-prinsip penghematan energi di industri dan bangunan gedung Peserta memahami dan mampu menyiapkan dan menyusun Kebijakan Energi perusahaan. Peserta memahami dan mampu merencanakan Manajemen Energi. Peserta memahami dan mampu melaksanakan Rencana Manajemen Energi. Peserta memahami dan mampu mengevaluasi Manajemen Energi. Peserta memahami dan mampu melaksanakan Tinjauan Manajemen.
Foto Besama Manager Energi
Training ini dilaksakanakan selama 3 hari dimana 2 hari awal adalah tahapan pemaparan materi yang disampaikan oleh trainer HSP Academy. Pada hari ke 3 akan dilakukan proses ujian pemahaman dan fungsi kepada setiap perserta training, di sertakan dengan pengumpulan bukti kerja pada peserta sebagai manager energi pada lingkungan perusahaan masing masing.
Trainig ini diikuti oleh 7 peserta training dimana keseluruhan peserta telah memenuhi syarat sebagai menager energi dan telah resmi dinyatakan oleh BNSP sebagai sorang yang berkompenten.
Tangerang, HSP Academy, Rumah Sakit meruapakan salah sarana kesehatan yang dibutuhkan oleh setiap warga negara. tahun 2022 Indonesia memiliki 3072 jumlah rumah sakit. Tentu harapan yang muncul adalah seluruh rumah sakit memiliki kelayakan yang sama pada setiap daerahnya.
Training Rumah Sakit merupakan salah satu hal yang sangat penting, dengan dilaksanakannya training ini tentu akan memberikan kanyamanan dan kemanan kepada para pekerja dan juga pasien, diluar itu ternyata dengan adanya proses K3 di rumah sakit memberikan dampak positive kepada masyarakat sekitar.
Hal tersebut dikarenakan setiap rumah sakit memiliki limbah tersendiri yang dimana jika limbah tersebut tidak teratasi dengan baik akan menimbulkan bahaya kepada masyarakat sekitar.
Pemaparan Materi K3 RS
Saat ini HSP Academy telah melakukan proses training kepada 5 orang peserta K3 Rumah Sakit, tentu para peserta mengharapkan akan menjadi pelaku yang telah memenuhi standar setelah melalui tahapan training dan juga ujian kompentensi.
Training ini dilakukan dalam waktu 3 hari 2 hari pertama adalah pemaparan materi oleh trainer dan hari 3 masuk kepada tahapan ujian yang di lakukan oleh penguji.
Dalam upaya peningkatkan pelayanan rumah sakit dan mampu bersaing dalam era globalisasi, kesehatan dan keselamatan kerja (K3) merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang pertumbuhan, peningkatan produktifitas dan daya saing rumah sakit.
K3 Rumah Sakit
Penerapan K3 yang terprogram dan terencana serta didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang mumpuni dalam bidang K3 akan mendapat membantu mencapai sasaran tersebut.
Pelatihan K3 rumah sakit dirancang berbasis kompetensi sesuai kebutuhan dan perkembangan rumah sakit di Indonesia dan mengacu pada standar-standar Nasional dan Internasional. Kemampuan mengelola keselamatan oleh SDM rumah sakit akan meningkatkan kualitas pelayanan. Hal ini akan terscipta apabila seluruh SDM yang ada faham akan pelayanan terbaik.
Akhir-akhir ini pengelolaan keselamatan di RS mendapatkan sorotan baik di media massa, media sosial maupun media politik, yang pada gilirannya membawa nama baik penampilan rumah sakit tersebut, hal ini tercuat dengan banyaknya kasus-kasus kecelakaan dirumah sakit baik yang disebabkan oleh kesalahan pasien, human erorr ataupun masalah teknis operasional.
Tangerang, HSP Academy, PT. Permata Dunia Sukses Utama telah melakukan proses training pemadam kebakaran kelas c, hal ini dilakukan agar para petugas K3 siap dalam hal ilmu dan kemampuan dalam menghadapi segala kemungkinan hal buruk yang berkaitan dengan api pada lokasi bekerja.
Penyampaian Teori Pelatihan
Training ini dilakukan selama 6 hari terhitung 5-10 Juni 2020 diikuti oleh 8 peserta training Pamadam Kebakaran kelas C. pada hari pertama proses pembekalan ilmu secara teori yang disampaikan oleh trainer dimana penyampaian teori selama 4 hari.
Training Penanganan Asap
Proses training praktik tentu dilakukan pada hari ke 5 dimana proses ini dilakukan secara mendetail baik dari perisapan hingga pelaksanaan. Pada tahap ini para peserta wajib mengikuti tahapan yang telah diajarkan pada tahap teori tentu dengan pengawasan oleh pihak pengajar agar mendapatkan koreksi secara langsung tahapan yang dilakukan oleh para peserta.
Secara menyeluruh proses training ini memiliki tujuuan agar para peserta mampu :
Mengindentifikasi dan melaporkan tentang adanya faktor yang dapat menimbulkan bahaya kebakaran
Melakukan pemeliharaan sarana proteksi kebakaran
Memberikan penyuluhan tentang penanggulangan kebakaran pada tahap awal
Membantu menyusun buku rencana tanggap darurat penanggulangan kebakaran
Memadamkan kebakaran
Mengarahkan evakuasi orang dan barang
Memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan
Mengamankan seluruh lokasi tempat kerja
Melakukan koordinasi seluruh petugas peran kebakaran
Meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan dalam penanggulangan kebakaran
Meningkatkan skill pada petugas penanggulangan kebakaran sehingga dapat mencegah dan menanggulangi terjadinya kebakaran ditempat kerja.
INSTRUKTUR TRAINING PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN KELAS C
Tenaga Ahli dari Kemenaker
Praktisi
FASILITAS TRAINING PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN KELAS C
Training Yang Paling Dicari, sertifikasi profesi sangat penting karena memberikan bukti formal bahwa seseorang memiliki kompetensi dalam bidang tertentu. Ini sangat berguna bagi perusahaan dan organisasi yang mencari tenaga kerja yang kompeten, karena sertifikasi ini menjamin bahwa seseorang yang diakui memiliki kompetensi yang dibutuhkan. HSP Academy menberikan layanan terbaik dalam proses training dan sertifikasi profesi baik dalam bidang k3 maupun non K3.
Pelatihan Damkar Kelas C dan D KEMNAKER Menjadi seorang petugas pemadam tentu tidaklah mudah karena harus memahami lapangan dan paham mengenai penyebab terjadinya kebakaran, pengetahuan dasar tentang upaya pencegahan kebakaran dan dalam mengoperasikan Alat Pemadam Api Ringan, Hydrant dan lain-lain.
Training Damkar Kelas D dan C di HSP Academy
2. Pelatihan Instrumentasi BNSP Instrumentasi adalah perangkat yang digunakan untuk mendeteksi, mengukur, menampilkan data, akuisisi data, dan mengendalikan variabel proses. Teknisi instrumentasi adalah perseorangan yang kompeten dalam memelihara peralatan yang digunakan untuk memantau, mengukur, dan mengontrol suatu proses di lingkungan industri migas secara efektif, efisien, dan aman.
Training Instrumentasi 1 dan 2
3. Training Perawatan Mekanin BNSP Perawatan dalam suatu industri merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung suatu proses produksi. Produk yang dibuat oleh suatu industry tentunya harus mempunyai kriteria kualitas yang baik, harga yang pantas (bersaing), serta pendistribusian produk yang cepat ke tangan konsumen
Training Perawatan Mekanik BNSP
Nah yang nomor 4 ternyata bisa custom training!!!
4. Training Pengenalan Polimer Tentu penggunaan bahan polimer sudah sering kita rasakan terutama semakin majunya teknologi, baik dari kebutuhan rumah tangga hingga teknologi sudah banyak di ikutsertaan polimer. namun apakah kita sudah cukup mengenak apa itu polimer? dan bagaimana pemanfaatan bahan polimer itu sendiri ? juga cara memaksimalkan manfatnya? hal ini lah yang menjadi dasar poroses training tersebut dimana HSP Academy bekerja sama dengan Balai Laboratorium Beacukai.
Sebelum masuk ke pembahasan tentang training yang akan admin share terkait topik training kita kali ini admin ingin berterimakasih kepada semua pengunjung yang sudah bersedia mampir ke website unggulan HSP Academy Training Center tempat training terlengkap dan paling terpercaya! SAFETY FIST!!!!
Sebelumnya, siapa sih yang ingin melihat apalagi mengalami insiden kecelakan pasti hal ini sangat di hindari ya .. apalagi pedoman yang kita junjung tinggi sebagai acuan atau pedoman prosedur kerja aman yaitu K3, pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita terkait dengan K3, dan bagai mana jika suatu hari ada kejadian kecelakaan di lingkungan kerja kita atau di lingkungan kerja kita, pasti kita selaku orang terdekat pada lingkungan kerja tersebut harus memberikan treatment awal sebelum si korban di bawa ke Rumah Sakit atau Klinik terdekat, dan maka penting nya materi atau pelatihan yang mengajarkan tatacara memberi pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan.
Seperti yang di lansir dari www.pikiran-rakyat.com “Angka kecelakaan kerja terus menunjukkan tren meningkat. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencatat, pada tahun 2017 angka kecelakaan kerja yang dilaporkan mencapai 123.041 kasus, sementara sepanjang 2018 mencapai 173.105 kasus dengan klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp 1,2 triliun”.
Dan yang lebih miris lagi “Setiap tahunnya, rata-rata BPJS Ketenagakerjaan melayani 130 ribu kasus kecelakaan kerja, dari kasus-kasus ringan sampai dengan kasus-kasus yang berdampak fatal.
Bayangkan ada berapa jumlah tenaga kerja yang aktif di indonesia yang terdiri dari berbagai level resiko yang berbeda jika tidak di bekali dengan pengetahuan dengan K3 dan P3K pastinya angka tersebut akan naik setiap tahun nya. karna makin menigkat nya lapangan pekerjaan yang tersedia.
menyikapi hal tersebut, kami HSP Academy terus memberikan Edukasi dan pelatihan perihal pertolongan pertama pada kecelakaan dan kali ini kedatangan tamu dari Universitas Indonesia dan berikut beberapa dokumentasi kegiatan nya.
Dalam suatu proses produksi atau industri, berbagai lapisan perlindungan ditempatkan untuk menurunkan tingkat konsekuensi yang tidak diinginkan: misalnyapada disain proses (termasuk inheren konsep yang lebih aman), sistem kontrol proses; instrument sistem keselamatan, perangkat pasif (seperti tanggul dan dinding tahan ledakan); perangkat aktif (seperti katup relief), sistem pengendalian oleh manusia, dll.Semua sistem perlindungan tersebut dikenal dengan Layer of Protection.
LOPA atau yang dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan sebagai Analisa Lapisan Perlindungan adalah bentuk sederhana dari penilaian risiko. LOPA biasanya menggunakan urutankategori untuk frekuensi kejadian, tingkat keparahan konsekuensi, dan kemungkinan kegagalan lapisan perlindungan independen (IPLs) ke perkiraan risiko skenario. LOPA adalah alat analisis yang biasanya dibangun di atas informasi yang dikembangkan selama evaluasi bahayakualitatif, seperti analisis bahaya proses (PHA). LOPA diimplementasikan menggunakan satu set aturan.
Seperti banyak metode analisis bahaya lainnya, tujuan utama LOPA adalah untuk menentukan apakah ada lapisan yang cukup untuk perlindungan terhadapscenario kecelakaan (dapat risiko ditoleransi?). Seperti diilustrasikan dalam Gambar 2.1, banyak jenis lapisan pelindung yang mungkin dapat digunakan.Skenario A mungkin memerlukan satu atau lebihlapisan perlindungan tergantung pada kompleksitas proses dan potensi keparahankonsekuensi. Perhatikan bahwa untuk skenario kecelakaan yang mungkin terjadi, harus dengan hanya satu lapisan dapat mencegah konsekuennsi dari kecelakaan. Namun, karena tidak ada lapisanyang sempurna efektif, maka lapisan perlindungan lain harus disediakan untuk menurunkan resiko kecelakaan hingga dapat ditoleransi.
LOPA
LOPA secara konsisten untuk menilai apakah Independent Protection Layers (IPLs)tersedia untuk mengendalikan risiko kecelakaan untuk skenario yang diberikan. Jika risiko yang diperkirakan dari skenario ini tidak dapat diterima, IPLs tambahan dapat ditambahkan. Alternatifnya meliputi desain inheren lebih aman dapat dievaluasi juga. LOPA tidak menyarankan bentuk IPLs yang harus ditambahkan, tetapidapat membantu dalam menilai alternatif untuk mitigasi risiko. LOPA tidak sepenuhnya pendekatan kuantitatif dalam penilaian risiko, tetapi lebih merupakan metode yang disederhanakan untuk menilai lapisan perlindungan untuk skenario kecelakaan yang terdefinisi dengan baik.
LOPA merupakan analis risiko dengan metode evaluasi risiko yang dapat direproduksi untuk skenarion kecelakaan yang dipilih.Scenario biasanya diidentifikasi selama evaluasi bahaya secara kualitatif seperti PHA, manajemen evaluasi perubahan, atau tinjau ulang desain. LOPA diterapkan setelah konsekuensi yang tidak dapat diterima dan penyebab kredibel ditentukan. Kemudian memberikan urutan besarnya perkiraan risiko dari skenario. Setelah sebab-akibat ditentukan untuk dianalisis, analis dapat menggunakan LOPA untuk menentukan teknik dan administrasi kontrol mana yang memenuhi definisi IPLs, dan kemudian memperkirakan bagaimana penurunan risiko dari scenario kecelakaan tersebut. Hasilnya kemudian dapat diperluas untuk membuat penilaian risiko dan untuk membantu analis memutuskan berapa banyak pengurangan risiko tambahan yang mungkin diperlukan untuk mencapai tingkat risiko yang dapat ditoleransi.Skenario lain atau hal lain mungkin terungkap pada saat melakukan LOPA pada skenario tersebut.
Cara lain untuk memahami LOPA adalah melihat hubunganya dengan penilaian risiko kuantitaif (CPQRA). Dalam konteks ini, skenario LOPA merupakan salah satu jalur (biasanya kita memilih jalur menuju konsekuensi terburuk) dari diagram pohon kejadian. Gambar 2.2 menunjukkan pohon kejadian untuk kejadian tertentu. Suatu pohon kejadian menunjukkan semua hasil yang mungkin (konsekuensi) dari kejadian tersebut. Dalam LOPA, analis (atau tim) harus membatasi analisis masing-masing untuk konsekuensi tunggal, dipasangkan dengan penyebab tunggal. Dalam banyak aplikasi LOPA, tujuan analis adalah untuk mengidentifikasi semua sebab-akibat yang dapat melebihi toleransirisiko yang dapat diterima suatu organisasi.
LOPA
LOPA dapat dilakukan pada setiap tahapan suatu siklus proses, mulai dari tahapan pengembangan, tahapan disain, tahapan operasi, maintenance dan modifikasi dan tahapan decommissioning.
LOPA dapat dilakukan selama proses disain awal atau pembuatan konspe untukmenganalisa alternatif disain yang lebih aman atau memiliki bahaya dan tingkat risiko yang lebih rendah. Idealnya, LOPA dapat digunakan untuk merancang sebuah proses yang “Inheren lebih aman” dengan menyediakan metode objektif untuk membandingkan alternatif disain dengan cepat.
LOPA dapat digunakanpada saat reguler analisis bahaya proses (PHA) yang dilakukan pada tahapan proses. Pengalaman dengan LOPA di beberapa perusahaan telah menunjukkan bahwa metodologi skenario yang fokus pada proses dapat mengungkapkan masalah sistem keselamatan dalam prosestersebut meskipun sebelumnya sudah pernah dilakukan PHA. Selain itu, juga terbukti efektif dalam menyelesaikan perselisihan temuan PHA sebelumnya.
Lopa dapat digunakan untuk mengidentifikasi peralatan yang menjaga proses dalam kriteria risiko yang dapat ditoleransi. Peralatan tersebut dikenal sebagai sebagai “safety critical” (ISA S91.01, 1995) dan dikenai pengujian, inspeksi dan pemeliharaan. Setidaknya perusahaan dengan LOPAdapat menemukan peralatan penting yang dapat menurunkan atau mengontrol risiko proses.
LOPA juga dapat dapat digunakan untuk mengidentifikasi tindakan operator untuk keselamatan proses. Hal ini akan memungkinkan pelatihan difokuskan kepada hal-hal penting dalam proses yang berdampak pada perlindungan keselamatan.
LOPA juga dapat digunakan untuk studi penilaian risiko lainnya dalam suatu organisasi, termasuk studi transportasi (jalan, kereta api, pipa), terminal operasi, operasi konversi tol, audit pihak ketiga, pencegahan kerugian dan masalah asuransi, dll.
Sebagian perusahaan yang sudah menerapkan sistem keselamatan menjadikan K3 sebagai prioritas utama. Hal ini dapat dilihat dari berbagai slogan yang dibuat oleh perusahaan tersebut. Tentu saja hal ini sangat baik jika memang K3 dijadikan prioritas utama didalam setiap aktifitas yang dilakukan. Namun pada kenyataannya dapat dilihat bahwa seringkali K3 dikalahkan oleh berbagai prioritas lain seperti target produksi, permintaan pelanggan dan biaya. Pada saat itu K3 tidak lagi menjadi prioritas utama, mungkin sudah menjadi prioritas paling bawah dan hampir dilupakan.
Untuk menerapkan K3 berkelanjutan maka paradigma ini harus diubah dengan menjadikan K3 sebagai tata nilai (value) dan bukan hanya sekedar prioritas utama. Apa yang dimaksud dengan tata nilai?. Dan apa bedanya dengan prioritas?. Ilustrasi berikut mungkin bisa memberikan gambaran perbedaan diantara keduanya. Setiap orang memiliki kebiasaan pada saat bagun pagi sebelum berangkat kerja. Kebiasaan tersebut pada umumnya sudah menjadi rutinitas dan prioritas masing-masing. Ada yang memperioritas kegiatan ibadah, membaca koran, olah raga, sarapan, dan sebagainya. Masing-masing orang memiliki prioritas berbeda-beda. Namun prioritas tersebut bisa berubah jika kita terlambat bangun dan harus segera berangkat kekantor karena tidak boleh terlambat. Pada saat demikian, maka semua aktifitas rutin yang tadinya menjadi prioritas bisa jadi ditinggalkan. Meskipun demikian ada satu aktifitas yang tidak boleh ditinggalkan dan harus tetap dilakukan, karena hal tersebut merupakan tata nilai bagi setiap orang, yaitu berpakaian. Bagaimanapun kondisinya kita tetap harus berpakaiaan jika mau berangkat kekantor.
Jika K3 sudah menjadi tata nilai bagi suatu perusahaan, maka K3 tidak akan pernah ditinggalkan bagaimanapun kondisi yang dihadapi. K3 tidak akan pernah dikalahkan oleh kepentingan manapun termasuk produksi ataupun pelanggan. Hal ini bukan berarti bahwa K3 menghambat proses produksi atau bisnis, justru K3 dapat membantu menjamin keberhasilan proses produksi atau bisnis tersebut dengan mempertimbangkan semua risiko kegagalan.