Foto Gallery Training BBS PT Dahana
Foto Gallery Training BBS PT Dahana pada tanggal 12-13 November 2014.

Foto Gallery Training BBS PT Dahana pada tanggal 12-13 November 2014.


Alhamdullilah HSP Academy mendapat kepercayaan dari Grup Medco Energi Mining yaitu PT Duta Tambang Rekayasa untuk melaksanakan training investigasi kecelakaan untuk 16 orang karyawan PT Duta Tambang Rekayasa, training investigasi kecelakaan ini diperuntukan untuk para supervisor dari hampir seluruh bagian atau departemen. Tujuan dan harapan dari manajemen perusahaan terhadap pelaksanaan training ini adalah untuk meningkatkan kompetensi para supervisor sebagai tim investigasi dalam melaksanakan kegiatan investigasi kecelakaan. Training yang difasilitasi oleh trainer senior HSP Academy yaitu DR. Ismail Sayid, M.Si berjalan lancar dan menarik. Para peserta sangat antusias dalam mengikuti materi pelatihan dan sangat bersemangat dalam mengerjakan latihan dan tugas yang diberikan oleh trainer.

Training investigasi kecelakaan ini dilaksanakan pada tanggal 11 – 13 November 2014 di lokasi tambah (site) PT Duta Tambang Rekayasa di Sebakis Kalimantan Utara. Training yang berlangsung tiga hari dan ujian kompetensi dilaksanakan satu hari pada tanggal 14 November 2014. LSP K3 sebagai lembaga sertifikasi BNSP mengirimkan satu orang assessor senior ke lokasi training untuk melaksanakan ujian bagi peserta training. Ujian dilaksanakan dengan dua metode yaitu ujian tertulis dan wawancara untuk setiap peserta.

Selama tiga hari training, DR. Ismail Sayid membekali peserta training dengan berbagai metode analisa akar masalah seperti metode 5 Why, Fish Bone, ECFA, DT, FTA, CFC, STEP, SCAT, Tripod, Change Ananlysis, Barrier Analysis, dan KJ Analysis. Peserta juga dibekali dengan berbagai teori penyebab kecelakaan seperti Teori Domino, Distraction Theory, DOTS, Causation Model, Human Factor, Human Error, dll. Hari pertama difokuskan pada pembahasan berbagai teori kecelakaan dan prosedur investigasi, kemudian dihari kedua dan ketiga difokuskan pada teknik analisa akar masalah. Untuk setiap teknik analisa akar masalah langsung dilakukan latihan dengan kasus-kasus kecelakaan. Hasil latihan dari setiap kasus dan teknik dipresentasikan untuk didiskusikan. Beberapa latihan/praktek dilakukan perorangan atau kerja kelompok. Semua hasil latihan dan bahasan dikumpulkan untuk dilampirkan pada kelengkapan dokumen ujian kompetensi BNSP yang merupakan syarat untuk membuktikan kompetensi setiap peserta.

Manajemen HSP Academy mengucapkan terimakasih kepada manajemen PT Duta Tambang Rekayasa atas kepercayaan yang diberikan kepada kami sebagai pelaksana training ini. Semoga apa yang telah kami berikan dapat bermanfaat dan diaplikasikan dalam melaksanakan investigasi kecelakaan sehingga hasil dan rekomendasi dari investigasi tersebut dapat mencegah kecelakaan serupa terjadi dimasa mendatang. Kami berharap kerjasama ini dapat berlanjut untuk training-training yang lain.

— HSP Academy —-
Foto Gallery Training Investigasi Kecelakaan Kerja Bersertifikasi BNSP PT Duta Tambang Rekayasa yang merupakan grup dari Medco Energi pada tanggal 11-13 November 2014.

Foto Gallery Training Total Safety Culture untuk manajemen PT Intiland Development Tbk pada tanggal 29 Oktober 2014.

Foto Gallery Training Investigasi Kecelakaan Bersertifikasi BNSP PT Nusa Konstruksi Engineering pada tanggal 14-15 Oktober 2014


Traning Operator Gas Tester, Industri Perminyakan merupakan industri beresiko tinggi yang melibatkan berbagai bahan kimia berbahaya yaitu bahan Hidrokarbon yang beracun, mudah terbakar dan meledak. Oleh sebab itu, sudah menjadi suatu kewajiban bagi perusahaan untuk memberlakukan persyaratan dan standar keselamatan yang tinggi dalam proses operasi perminyakan khususnya dilingkungan instalasi kilang minyak, gas dan petrokimia.
Salah satu penyebab kecelakaan yang sering terjadi pada lingkungan pengilangan adalah akibat pekerjaan pemeliharaan yang tidak memenuhi standar keselamatan khususnya pada beberapa daerah berbahaya dan beberapa critical point area yang menyangkut peralatan proses vital industri perminyakan. Training Operator Gas Tester ini dirancang untuk menjamin dan memberikan bekal pengetahuan dan kemampuan bagi karyawan pekerja yang ditunjuk untuk menguasai Gas Safety Inspector (GSI) bagi perusahaan tempat ia kerja, dalam hal ini pekerja tersebut dituntut untuk menguasai dan mampu menguasai safety precaution yang merupakan tindakan untuk menjamin keselamatan dan pengoperasian yang aman dengan tujuan keselamatan dan peralatan sebagai salah satu upaya untuk mencegah Kecelakaan yang fatal.
Trainer-trainer HSP yang memiliki pengalaman dalam bidang K3 MIGAS.
| Kode Unit | Judul Unit |
| IMG.KK01.001.01 | Menerapkan Peraturan dan Perundangan K3 |
| IMG.KK01.002.01 | Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di tempat kerja |
| IMG.KK02.009.01 | Menerapkan safety permit di tempat kerja |
| IMG.KK02.011.01 | Melaksanakan pelaporan dan pencatatan kecelakaan kerja. |
| IMG.KK02.012.01 | Melakukan inspeksi K3 |
| IMG.KK03.002.01 | Melakukan Audit K3 di tempat kerja |
HSP Academy Training Center
Ruko Graha Boulevard Blok D 26, Sumarecon Gading Serpong, Sub-District. Kabupaten Tangerang, Banten
HP: 0811-1280-794 atau 0812-8190-8009
Phone: 021-55686090 and 021-55686097
Fax. (021) 29001152
Email: info@hanosen.com
Website: https://hspacademy.com

Untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit dan mampu bersaing dalam era globalisasi, kesehatan dan keselamatan kerja (K3) merupakan salah satu factor penting dalam menunjang pertumbuhan, peningkatan produktifitas dan daya saing rumah sakit. Penerapan K3 yang terprogram dan terencana serta didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang mumpuni dalam bidang K3 akan mendapat membantu mencapai sasaran tersebut. Pelatihan K3 rumah sakit dirancang berbasis kompetensi sesuai kebutuhan dan perkembangan rumah sakit di Indonesia dan mengacu pada standar-standar Nasional dan Internasional. Kemampuan mengelola keselamatan oleh SDM rumah sakit akan meningkatkan kualitas pelayanan. Hal ini akan terscipta apabila seluruh SDM yang ada faham akan pelayanan terbaik. Akhir-akhir ini pengelolaan keselamatan di RS mendapatkan sorotan baik di media massa, media sosial maupun media politik, yang pada gilirannya membawa nama baik penampilan rumah sakit tersebut, hal ini tercuat dengan banyaknya kasus-kasus kecelakaan dirumah sakit baik yang disebabkan oleh kesalahan pasien, human erorr ataupun masalah teknis operasional.
Secara garis besar tujuan program ini diantaranya setelah menyelesaikan program pelatihan ini diharapkan peserta mampu:
| No | Penididikan Minimal | Pengalaman Kerja di Fasilitas Kesehatan |
| 1 | D3 | Pengalaman minimal 1 tahun |
| 2 | Strata 1 dan 2 | Pengalaman minimal 6 bulan |
PERSYARATAN MENGIKUTI UJI KOMPETENSI (Request for assessment)
Ruko Graha Boulevard Blok D/26 Sumarecon – Gading Serpong – Tangerang
Phone: (021) 55686090 atau 55686097
Email: info@hanosen.com
Dalam suatu proses produksi atau industri, berbagai lapisan perlindungan ditempatkan untuk menurunkan tingkat konsekuensi yang tidak diinginkan: misalnyapada disain proses (termasuk inheren konsep yang lebih aman), sistem kontrol proses; instrument sistem keselamatan, perangkat pasif (seperti tanggul dan dinding tahan ledakan); perangkat aktif (seperti katup relief), sistem pengendalian oleh manusia, dll.Semua sistem perlindungan tersebut dikenal dengan Layer of Protection.
LOPA atau yang dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan sebagai Analisa Lapisan Perlindungan adalah bentuk sederhana dari penilaian risiko. LOPA biasanya menggunakan urutankategori untuk frekuensi kejadian, tingkat keparahan konsekuensi, dan kemungkinan kegagalan lapisan perlindungan independen (IPLs) ke perkiraan risiko skenario. LOPA adalah alat analisis yang biasanya dibangun di atas informasi yang dikembangkan selama evaluasi bahayakualitatif, seperti analisis bahaya proses (PHA). LOPA diimplementasikan menggunakan satu set aturan.
Seperti banyak metode analisis bahaya lainnya, tujuan utama LOPA adalah untuk menentukan apakah ada lapisan yang cukup untuk perlindungan terhadapscenario kecelakaan (dapat risiko ditoleransi?). Seperti diilustrasikan dalam Gambar 2.1, banyak jenis lapisan pelindung yang mungkin dapat digunakan.Skenario A mungkin memerlukan satu atau lebihlapisan perlindungan tergantung pada kompleksitas proses dan potensi keparahankonsekuensi. Perhatikan bahwa untuk skenario kecelakaan yang mungkin terjadi, harus dengan hanya satu lapisan dapat mencegah konsekuennsi dari kecelakaan. Namun, karena tidak ada lapisanyang sempurna efektif, maka lapisan perlindungan lain harus disediakan untuk menurunkan resiko kecelakaan hingga dapat ditoleransi.
LOPA secara konsisten untuk menilai apakah Independent Protection Layers (IPLs)tersedia untuk mengendalikan risiko kecelakaan untuk skenario yang diberikan. Jika risiko yang diperkirakan dari skenario ini tidak dapat diterima, IPLs tambahan dapat ditambahkan. Alternatifnya meliputi desain inheren lebih aman dapat dievaluasi juga. LOPA tidak menyarankan bentuk IPLs yang harus ditambahkan, tetapidapat membantu dalam menilai alternatif untuk mitigasi risiko. LOPA tidak sepenuhnya pendekatan kuantitatif dalam penilaian risiko, tetapi lebih merupakan metode yang disederhanakan untuk menilai lapisan perlindungan untuk skenario kecelakaan yang terdefinisi dengan baik.
LOPA merupakan analis risiko dengan metode evaluasi risiko yang dapat direproduksi untuk skenarion kecelakaan yang dipilih.Scenario biasanya diidentifikasi selama evaluasi bahaya secara kualitatif seperti PHA, manajemen evaluasi perubahan, atau tinjau ulang desain. LOPA diterapkan setelah konsekuensi yang tidak dapat diterima dan penyebab kredibel ditentukan. Kemudian memberikan urutan besarnya perkiraan risiko dari skenario. Setelah sebab-akibat ditentukan untuk dianalisis, analis dapat menggunakan LOPA untuk menentukan teknik dan administrasi kontrol mana yang memenuhi definisi IPLs, dan kemudian memperkirakan bagaimana penurunan risiko dari scenario kecelakaan tersebut. Hasilnya kemudian dapat diperluas untuk membuat penilaian risiko dan untuk membantu analis memutuskan berapa banyak pengurangan risiko tambahan yang mungkin diperlukan untuk mencapai tingkat risiko yang dapat ditoleransi.Skenario lain atau hal lain mungkin terungkap pada saat melakukan LOPA pada skenario tersebut.
Cara lain untuk memahami LOPA adalah melihat hubunganya dengan penilaian risiko kuantitaif (CPQRA). Dalam konteks ini, skenario LOPA merupakan salah satu jalur (biasanya kita memilih jalur menuju konsekuensi terburuk) dari diagram pohon kejadian. Gambar 2.2 menunjukkan pohon kejadian untuk kejadian tertentu. Suatu pohon kejadian menunjukkan semua hasil yang mungkin (konsekuensi) dari kejadian tersebut. Dalam LOPA, analis (atau tim) harus membatasi analisis masing-masing untuk konsekuensi tunggal, dipasangkan dengan penyebab tunggal. Dalam banyak aplikasi LOPA, tujuan analis adalah untuk mengidentifikasi semua sebab-akibat yang dapat melebihi toleransirisiko yang dapat diterima suatu organisasi.
LOPA dapat dilakukan pada setiap tahapan suatu siklus proses, mulai dari tahapan pengembangan, tahapan disain, tahapan operasi, maintenance dan modifikasi dan tahapan decommissioning.
LOPA dapat dilakukan selama proses disain awal atau pembuatan konspe untukmenganalisa alternatif disain yang lebih aman atau memiliki bahaya dan tingkat risiko yang lebih rendah. Idealnya, LOPA dapat digunakan untuk merancang sebuah proses yang “Inheren lebih aman” dengan menyediakan metode objektif untuk membandingkan alternatif disain dengan cepat.
LOPA dapat digunakanpada saat reguler analisis bahaya proses (PHA) yang dilakukan pada tahapan proses. Pengalaman dengan LOPA di beberapa perusahaan telah menunjukkan bahwa metodologi skenario yang fokus pada proses dapat mengungkapkan masalah sistem keselamatan dalam prosestersebut meskipun sebelumnya sudah pernah dilakukan PHA. Selain itu, juga terbukti efektif dalam menyelesaikan perselisihan temuan PHA sebelumnya.
Lopa dapat digunakan untuk mengidentifikasi peralatan yang menjaga proses dalam kriteria risiko yang dapat ditoleransi. Peralatan tersebut dikenal sebagai sebagai “safety critical” (ISA S91.01, 1995) dan dikenai pengujian, inspeksi dan pemeliharaan. Setidaknya perusahaan dengan LOPAdapat menemukan peralatan penting yang dapat menurunkan atau mengontrol risiko proses.
LOPA juga dapat dapat digunakan untuk mengidentifikasi tindakan operator untuk keselamatan proses. Hal ini akan memungkinkan pelatihan difokuskan kepada hal-hal penting dalam proses yang berdampak pada perlindungan keselamatan.
LOPA juga dapat digunakan untuk studi penilaian risiko lainnya dalam suatu organisasi, termasuk studi transportasi (jalan, kereta api, pipa), terminal operasi, operasi konversi tol, audit pihak ketiga, pencegahan kerugian dan masalah asuransi, dll.
SEMOGA BERMANFAAT
HSP ACADEMY

Latar Belakang Training :
Pelatihan Fireman 1,2 dan Fire Officer bersertifikasi KOMPETENSI yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertfikasi Profesi (BNSP) dirancang berbasis kompetensi (Competency Based Training) yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) K3. Untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi,para peserta training akan diuji oleh assessor dari LSK-K3 (Lembaga Sertifikasi Kompetensi Kesehatan dan Keselamatan Kerja). LSK-K3 didukung oleh KEMENAKERTRANS melalui surat resmi dari Direktur Jendral BINWASNAKER NOMOR B-710 tertanggal 31 DESEMBER 2008 Untuk terwujudnya sertifikasi kompetensi Ahli K3 di Indonesia dalam menghadapi era persaingan global / AFTA.
Persyaratan sertifikasi khusus bagi pemohon sertifikat Fireman-1, 2 dan Fire Officer diambil dari Kompetensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) MIGAS yang berkaitan dengan kategori profesi Operator K3 yang ditetapkan dengan menggunakan standar SKKNI K3 No. KEP.248/MEN/V/2007 tentang K3 MIGAS dan aturan khusus yang setara.
Sasaran Training :
Persyaratan Peserta Training :
Fasilitator Training :
Outline Training :
Outline Training :
Durasi Training :
Tempat Training :
Investasi Training :
CONTACT INFORMATION/REGISTRATION
HSP Academy Training Center
Jl. Janur Kuning I BH 11 No.10 – Sektor 1B – Gading Serpong – Tangerang – Banten
HP: 0811-1280-794 atau 0812-8190-8009
Phone: 021-55686090 and 021-55686097
Fax. (021) 29001152
Email: info@hanosen.com
Website: www.hspacademy.com
Foto Gallery Training K3 Lab PT Prodia Widyahusada (29 foto)