Ahli K3 Umum, adalah tenaga ahli yang memiliki Teknik dan kemampuan khusus yang kompeten di bidang keselamatan dan Kesehatan kerja (K3). Mengawasi kepatuhan terhadap peraturan K3 sesuai dengan permenaker No 2 Tahun 1992, Dimana setiap perusahan wajib memiliki Ahli K3 Umum untuk memenuhi dasar hukum seperti UU No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja, UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dan Permenaker No. 4 Tahun 1987. Perusahaan wajib memiliki Ahli K3 Umum jika mempekerjakan 100 orang atau lebih untuk menggunakan proses berisiko tinggi seperti peledakan dan kebakaran.
Persyaratan Umum Ahli K3 Umum
Pelatihan AK3U ditujukan bagi karyawan dengan minimal :
pendidikan D3/Sederajat.
pengalaman kerja relevan (misalnya Sarjana 2 tahun, D3 4 tahun).
sehat jasmani/rohani, dan bekerja penuh waktu di perusahaan.
Perusahaan wajib minimal 1 AK3U jika karyawan ≥100 orang atau berisiko tinggi.
LATAR BELAKANGTRAINING MENGEMUDI ANGKUTAN BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3)
Pengangkutan bahan berbahaya dan beracun (B3) merupakan aktivitas yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan manusia, aset, dan lingkungan. B3 dapat menimbulkan bahaya seperti ledakan, kebakaran, paparan zat toksik, atau pencemaran lingkungan jika tidak ditangani secara tepat. Oleh karena itu, pengemudi yang mengangkut B3 dituntut memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai standar keselamatan dan regulasi yang berlaku.
Oleh karena itu, HSP Academy menyediakan pelatihan sertifikasi kompetensi melalui BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) sebagai langkah penting untuk memberikan pengakuan resmi atas kemampuan tersebut.
SASARAN DAN MANFAAT TRAINING MENGEMUDI ANGKUTAN BAHAN BERBAHAYA BERACUN (B3)
Peserta diharapkan memiliki pemahaman tentang jenis-jenis bahan B3 dan karakteristik bahayanya.
Peserta memahami peraturan dan prosedur pengangkutan B3
Peserta memiliki keterampilan mengemudi angkutan B3 secara aman
Peserta mampu menerapkan prinsip K3 dalam pengangkutan B3.
Peserta mampu menangani keadaan darurat saat membawa bahan B3
PERSYARATAN DASAR TRAINING MENGEMUDI ANGKUTAN BAHAN BERBAHAYA BERACUN (B3)
Fotocopy KTP
Fotocopy Ijazah SMA/SMK, Ijazah pendidikan setingkat Diploma III dan IV Transportasi dan Logistik, atau Ijazah Sarjana Strata 1 segala jurusan lulusan
Fotocopy Surat Izin Mengemudi (SIM B1 Umum)
Surat Keterangan Pengalaman Kerja sesuai Skema Sertifikasi
Surat Rekomendasi dari Pimpinan/Atasan Kerja
Curriculum Vitae
Pas foto terbaru 3×4 background merah sebanyak 2 (dua) lembar
Sertifikat Training Mengemudi Angkutan Barang Pengangkut Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
UNIT KOMPETENSIMENGEMUDI ANGKUTAN BAHAN BERBAHAYA BERACUN (B3)
Menerapkan Komunikasi di Tempat Kerja
Menerapkan Kerjasama di Tempat Kerja
Mengikuti Prosedur K3 di Tempat Kerja
Memelihara Lingkungan Kerja
Mempersiapkan Peralatan dan Perlengkapan
Menerapkan Peraturan Berlalu Lintas
Memeriksa Fungsi Teknis Kendaraan Bermotor Angkutan Barang
Mempersiapkan Pengoperasian Mobil Angkutan Barang
Mengemudikan Kendaraan Bermotor Angkutan Barang
Mengemudi Antisipatif (Defensive Diriving) Mobil Angkutan Barang
Mengatasi Situasi Kritis di Perjalanan Kendaraan Bermotor Angkutan Barang
Mengemudi secara Ekonomis Kendaraan Bermotor Angkutan Barang (Economic Driving)
Mengoperasikan Global Positioning System (GPS)
Menerapkan Prosedur Penyelenggaraan Pengangkutan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
Menerapkan Etika Mengemudi
FASILITAS TRAINING
Hard / Soft Copy Materi Training
Sertifikat Training dari HSP
Sertifikat Kompetensi dari BNSP
2x coffee break
Makan Siang
Gimmick
JADUAL TRAINING
Durasi Training Selama 3 + ujian 1 hari
TEMPAT PELAKSANAAN TRAINING
HSP Academy Training Center – Gading Serpong – Tangerang
Kami memiliki 8 ruang kelas dengan kapasitas 3-20 orang
Ruangan nyaman (Ada AC, projector, flip chart, tempat charger HP, meja dan kursi belajar yang ergonomis).
LATAR BELAKANGTRAINING MATERIAL HANDLING EQUIPMENT OPERATOR LEVEL 2
Dalam proses logistik dan pergudangan, peran personil yang mengoperasikan Material Handling Equipment (MHE) sangat krusial untuk memastikan kelancaran pergerakan barang dari satu titik ke titik lainnya. MHE Operator Level 2 merupakan personil yang bertanggung jawab untuk menangani kegiatan pemindahan barang, muatan, atau kargo menggunakan alat bantu angkut dengan kapasitas lebih dari 100 ton, baik secara manual maupun dengan bantuan alat berat seperti forklift. Pengoperasian MHE, meskipun tampak sederhana, membutuhkan keterampilan teknis, pemahaman keselamatan kerja, serta kepatuhan terhadap prosedur standar untuk mencegah kerusakan barang maupun kecelakaan kerja. Oleh karena itu, pelatihan dan sertifikasi kompetensi menjadi penting untuk memastikan bahwa personil yang bertugas benar-benar memahami prosedur kerja aman dan efisien di area gudang.
Oleh karena itu, HSP Academy menyediakan pelatihan sertifikasi kompetensi melalui BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) sebagai langkah penting untuk memastikan bahwa tenaga kerja di bidang Material Handling Equipment memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.
SASARAN DAN MANFAAT TRAINING MATERIAL HANDLING EQUIPMENT OPERATOR LEVEL 2
Peserta memahami dan mengikuti prosedur keselamatan kerja saat menangani barang/muatan.
Peserta mampu memindahkan muatan secara manual dengan metode yang benar dan aman.
Peserta terampil mengoperasikan alat bantu manual untuk pemindahan muatan.
Peserta siap menghadapi dan menangani kondisi darurat sesuai prosedur yang berlaku.
Peserta memiliki keterampilan dalam mengoperasikan forklift berkapasitas besar secara aman dan efisien
PERSYARATAN DASAR TRAINING MATERIAL HANDLING EQUIPMENT OPERATOR LEVEL 2
Fotocopy KTP
Fotocopy Ijazah SMA/SMK
Memiliki SIM Forklift (Kapasitas lebih dari 100 ton atau menara lebih dari 40 s.d. 60 meter)
Surat Keterangan Pengalaman Kerja sesuai Skema Sertifikasi
Surat Rekomendasi dari Pimpinan/Atasan Kerja
Curriculum Vitae
Pas foto terbaru 3×4 background merah sebanyak 2 (dua) lembar
Sertifikat Training Material Handling Equipment Operator Level 2
UNIT KOMPETENSIMATERIAL HANDLING EQUIPMENT OPERATOR LEVEL 2
Mengikuti prosedur keamanan pada saat menangani barang/ muatan/ kargo
Memindahkan barang/ muatan/ kargo dengan naman menggunakan metode manual
Menerapkan prosedur darurat kecelakaan
Memindahkan muatan dengan menggunakan peralatan manual
Mengoperasikan forklift (Kapasitas lebih dari 100 ton atau menara lebih dari 40 meter sampai dengan 60 meter)
FASILITAS TRAINING
Hard / Soft Copy Materi Training
Sertifikat Training dari HSP
Sertifikat Kompetensi dari BNSP
2x coffee break
Makan Siang
Gimmick
JADUAL TRAINING
Durasi Training Selama 2 + ujian 1 hari
TEMPAT PELAKSANAAN TRAINING
HSP Academy Training Center – Gading Serpong – Tangerang
Kami memiliki 8 ruang kelas dengan kapasitas 3-20 orang
Ruangan nyaman (Ada AC, projector, flip chart, tempat charger HP, meja dan kursi belajar yang ergonomis).
LATAR BELAKANGTRAINING MATERIAL HANDLING EQUIPMENT OPERATOR LEVEL 1
Dalam proses logistik dan pergudangan, peran personil yang mengoperasikan Material Handling Equipment (MHE) sangat krusial untuk memastikan kelancaran pergerakan barang dari satu titik ke titik lainnya. MHE Operator Level 1 merupakan personil yang bertanggung jawab untuk menangani kegiatan pemindahan barang, muatan, atau kargo menggunakan alat bantu angkut dengan kapasitas kurang dari 100 ton, baik secara manual maupun dengan bantuan alat berat seperti forklift. Pengoperasian MHE, meskipun tampak sederhana, membutuhkan keterampilan teknis, pemahaman keselamatan kerja, serta kepatuhan terhadap prosedur standar untuk mencegah kerusakan barang maupun kecelakaan kerja. Oleh karena itu, pelatihan dan sertifikasi kompetensi menjadi penting untuk memastikan bahwa personil yang bertugas benar-benar memahami prosedur kerja aman dan efisien di area gudang.
Oleh karena itu, HSP Academy menyediakan pelatihan sertifikasi kompetensi melalui BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) sebagai langkah penting untuk memastikan bahwa tenaga kerja di bidang Material Handling Equipment memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.
SASARAN DAN MANFAAT TRAINING MATERIAL HANDLING EQUIPMENT OPERATOR LEVEL 1
Peserta memahami dan mengikuti prosedur keselamatan kerja saat menangani barang/muatan.
Peserta mampu memindahkan muatan secara manual dengan metode yang benar dan aman.
Peserta terampil mengoperasikan alat bantu manual untuk pemindahan muatan.
Peserta siap menghadapi dan menangani kondisi darurat sesuai prosedur yang berlaku.
Peserta memiliki keterampilan dalam mengoperasikan forklift berkapasitas besar secara aman dan efisien
PERSYARATAN DASAR TRAINING MATERIAL HANDLING EQUIPMENT OPERATOR LEVEL 1
Fotocopy KTP
Fotocopy Ijazah SMA/SMK
Memiliki SIM Forklift (Kapasitas 25 s.d. kurang dari 100 ton atau menara lebih dari 40 s.d. 60 meter)
Surat Keterangan Pengalaman Kerja sesuai Skema Sertifikasi
Surat Rekomendasi dari Pimpinan/Atasan Kerja
Curriculum Vitae
Pas foto terbaru 3×4 background merah sebanyak 2 (dua) lembar
Sertifikat Training Material Handling Equipment Operator Level 1
UNIT KOMPETENSIMATERIAL HANDLING EQUIPMENT OPERATOR LEVEL 1
Mengikuti prosedur keamanan pada saat menangani barang/ muatan/ kargo
Memindahkan barang/ muatan/ kargo denga naman menggunakan metode manual
Menerapkan prosedur darurat kecelakaan
Memindahkan muatan dengan menggunakan peralatan manual
Mengoperasikan forklift (Kapasitas 25 ton sampai kurang dari 100 ton atau menara lebih dari 40 meter sampai dengan 60 meter)
FASILITAS TRAINING
Hard / Soft Copy Materi Training
Sertifikat Training dari HSP
Sertifikat Kompetensi dari BNSP
2x coffee break
Makan Siang
Gimmick
JADUAL TRAINING
Durasi Training Selama 2 hari + ujian 1 hari
TEMPAT PELAKSANAAN TRAINING
HSP Academy Training Center – Gading Serpong – Tangerang
Kami memiliki 8 ruang kelas dengan kapasitas 3-20 orang
Ruangan nyaman (Ada AC, projector, flip chart, tempat charger HP, meja dan kursi belajar yang ergonomis).
BIAYA TRAINING:
Rp 7.500.000,- (Tujuh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)
LATAR BELAKANGTRAINING LOGISTICS OPERATION LEVEL 3
Logistik Operation Level 3 merupakan jenjang operasional yang menuntut keterampilan teknis dan tanggung jawab yang lebih tinggi dalam proses logistik dan distribusi barang. Pada level ini, operator harus mampu menjalankan berbagai fungsi penting, seperti berkomunikasi efektif di tempat kerja, mengurus dokumen dan pengiriman barang/kargo, serta melakukan pengamanan dan pelabelan barang. Selain itu, kemampuan dalam mengelola proses pembongkaran, melakukan pemindahan dan penyusunan barang menggunakan metode yang sesuai, serta memelihara dan mengoperasikan alat kerja secara aman, menjadi bagian penting dalam mendukung produktivitas dan ketertiban operasional logistik. Penguasaan terhadap pelaporan barcode/scanning juga menunjukkan bahwa tenaga kerja harus mampu beradaptasi dengan sistem berbasis teknologi.
Dengan semakin berkembangnya sistem logistik modern yang menuntut efisiensi, akurasi, dan keselamatan kerja, diperlukan tenaga kerja yang memiliki kompetensi terstandar dan diakui secara nasional. Oleh karena itu, HSP Academy menyediakan pelatihan sertifikasi kompetensi melalui BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) sebagai langkah penting untuk memastikan bahwa tenaga kerja di bidang logistik operator memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.
SASARAN DAN MANFAAT TRAINING LOGISTICS OPERATION LEVEL 3
Peserta mampu berkomunikasi dengan jelas dan efektif di lingkungan kerja logistik.
Peserta dapat mengurus dokumen dan proses pengiriman barang/kargo sesuai prosedur.
Peserta terampil dalam melakukan pengamanan dan pelabelan barang/kargo.
Peserta mampu membuat laporan hasil pemindaian barcode dokumen barang/kargo.
Peserta dapat mengelola proses pembongkaran barang/kargo secara aman dan efisien.
Peserta terampil dalam menyusun barang sesuai prosedur kerja.
Peserta mampu memindahkan dan menggeser barang/kargo dengan peralatan manual secara aman.
Peserta dapat memelihara dan menggunakan alat kerja dengan benar.
PERSYARATAN DASAR TRAINING LOGISTICS OPERATION LEVEL 3
Fotocopy KTP
Fotocopy Ijazah SMK Logistik s.d. Akademi Diploma 1 (D1)
Surat Keterangan Pengalaman Kerja sesuai Skema Sertifikasi
Surat Rekomendasi dari Pimpinan/Atasan Kerja
Curriculum Vitae
Pas foto terbaru 3×4 background merah sebanyak 2 (dua) lembar
Sertifikat Training Logistik Operator Level 3
UNIT KOMPETENSILOGISTICS OPERATION LEVEL 3
Berkomunikasi di tempat kerja yang mudah dipahami
Mengurus Pengiriman dokumen barang/kargo
Pengamanan barang/ kargo/ memasang label
Membuat laporan scan barcode dokumen barang/kargo
Mengurus dan mengambil proses pembongkaran barang/kargo
Melakukan penyusunan barang mengikuti prosedur kerja di tempat kerja
Memindahkan barang/kargo dengan menggunakan peralatan manual yang dioperasikan
Memelihara dan menggunakan alat-alat kerja
Melakukan pergeseran barang/kargo menggunakan metode penanganan manual dengan aman
FASILITAS TRAINING
Hard / Soft Copy Materi Training
Sertifikat Training dari HSP
Sertifikat Kompetensi dari BNSP
2x coffee break
Makan Siang
Gimmick
JADUAL TRAINING
Durasi Training Selama 2 + ujian 1 hari
TEMPAT PELAKSANAAN TRAINING
HSP Academy Training Center – Gading Serpong – Tangerang
Kami memiliki 8 ruang kelas dengan kapasitas 3-20 orang
Ruangan nyaman (Ada AC, projector, flip chart, tempat charger HP, meja dan kursi belajar yang ergonomis).
BIAYA TRAINING:
Rp 7.500.000,- (Tujuh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)
Logistik Operation Level 2, tenaga kerja di bidang logistik tidak hanya dituntut mampu menangani pemindahan barang, tetapi juga harus memelihara dan menggunakan alat kerja secara optimal, serta memiliki kemampuan kerja tim yang baik dalam lingkungan operasional yang dinamis. Kompetensi dalam mengoperasikan peralatan manual, serta menyusun laporan dokumen barang secara rapi dan akurat, menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran alur logistik. Seiring meningkatnya volume kerja dan kompleksitas aktivitas gudang atau distribusi, dibutuhkan operator logistik yang tidak hanya terampil, tetapi juga mampu bertanggung jawab terhadap peralatan kerja serta menjaga efektivitas tim. Penguasaan terhadap aspek teknis dan administratif ini perlu didukung dengan standar kompetensi yang jelas dan terukur.
Untuk memastikan kualitas tenaga kerja di bidang logistik, HSP Academy menyediakan pelatihan sertifikasi kompetensi melalui BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) sebagai langkah penting untuk memastikan bahwa tenaga kerja di bidang logistik operator memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.
SASARAN DAN MANFAAT TRAINING LOGISTICS OPERATION LEVEL 2
Peserta mampu bekerja secara efektif dalam tim dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Peserta terampil dalam memelihara dan menggunakan alat kerja secara aman dan efisien.
Peserta mampu memindahkan barang/kargo menggunakan peralatan manual sesuai prosedur.
Peserta dapat menyusun laporan dokumen barang secara tepat dan sistematis.
PERSYARATAN DASAR TRAINING LOGISTICS OPERATION LEVEL 2
Fotocopy KTP
Fotocopy Ijazah SMA/SMK
Surat Keterangan Pengalaman Kerja sesuai Skema Sertifikasi
Surat Rekomendasi dari Pimpinan/Atasan Kerja
Curriculum Vitae
Pas foto terbaru 3×4 background merah sebanyak 2 (dua) lembar
Sertifikat Training Logistik Operator Level 2
UNIT KOMPETENSILOGISTICS OPERATION LEVEL 2
Bekerja secara efektif dengan orang lain
Memelihara dan menggunakan alat-alat kerja
Memindahkan barang/kargo dengan menggunakan peralatan manual yang dioperasikan
Membuat laporan dokumen barang
FASILITAS TRAINING
Hard / Soft Copy Materi Training
Sertifikat Training dari HSP
Sertifikat Kompetensi dari BNSP
2x coffee break
Makan Siang
Gimmick
JADUAL TRAINING
Durasi Training Selama 2 hari + ujian 1 hari
TEMPAT PELAKSANAAN TRAINING
HSP Academy Training Center – Gading Serpong – Tangerang
Kami memiliki 8 ruang kelas dengan kapasitas 3-20 orang
Ruangan nyaman (Ada AC, projector, flip chart, tempat charger HP, meja dan kursi belajar yang ergonomis).
LATAR BELAKANGTRAINING LOGISTICS OPERATION LEVEL 1
Logistics Operation Level 1 merupakan jenjang awal dalam bidang operasional logistik yang memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran proses penyimpanan, distribusi, dan penanganan barang. Pada level ini, tenaga kerja dituntut mampu bekerja sama dengan tim, menjaga kebersihan area kerja, serta melakukan pemindahan barang menggunakan peralatan manual secara aman dan efisien. Selain itu, kompetensi dalam membuat laporan dokumen barang juga sangat diperlukan untuk memastikan akurasi dan kejelasan alur informasi dalam rantai logistik. Meskipun berada pada level dasar, peran ini sangat berpengaruh terhadap efisiensi, keselamatan, dan keteraturan operasional gudang dan distribusi.
Untuk memastikan kualitas tenaga kerja di bidang logistik, HSP Academy menyediakan pelatihan sertifikasi kompetensi melalui BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) sebagai langkah penting untuk memastikan bahwa tenaga kerja di bidang logistic operator memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.
SASARAN DAN MANFAAT TRAINING LOGISTICS OPERATION LEVEL 1
Peserta mampu bekerja secara efektif dengan orang lain dalam lingkungan kerja logistik.
Peserta memahami pentingnya menjaga kebersihan dan mampu melakukannya sesuai prosedur.
Peserta dapat memindahkan barang atau kargo menggunakan alat manual secara aman.
Peserta terampil membuat laporan dokumen barang secara rapi dan akurat.
PERSYARATAN DASAR TRAINING LOGISTICS OPERATION LEVEL 1
Fotocopy KTP
Fotocopy Ijazah SMA/SMK
Surat Keterangan Pengalaman Kerja sesuai Skema Sertifikasi
Surat Rekomendasi dari Pimpinan/Atasan Kerja
Curriculum Vitae
Pas foto terbaru 3×4 background merah sebanyak 2 (dua) lembar
Sertifikat Training Logistik Operator Level 1
UNIT KOMPETENSILOGISTICS OPERATION LEVEL 1
Bekerja secara efektif dengan orang lain
Melakukan kegiatan kebersihan di tempat kerja
Memindahkan barang/kargo dengan menggunakan peralatan manual yang dioperasikan
Membuat laporan dokumen barang
FASILITAS TRAINING
Hard / Soft Copy Materi Training
Sertifikat Training dari HSP
Sertifikat Kompetensi dari BNSP
2x coffee break
Makan Siang
Gimmick
JADUAL TRAINING
Durasi Training Selama 2 + ujian 1 hari
TEMPAT PELAKSANAAN TRAINING
HSP Academy Training Center – Gading Serpong – Tangerang
Kami memiliki 8 ruang kelas dengan kapasitas 3-20 orang
Ruangan nyaman (Ada AC, projector, flip chart, tempat charger HP, meja dan kursi belajar yang ergonomis).
LATAR BELAKANGTRAINING LOGISTIK ADMINISTRATIF OFFICER
Logistik Administratif Officer sangat penting dalam menjamin kelancaran proses administrasi dan operasional di lingkungan logistik, gudang, maupun distribusi. Tugas utama jabatan ini mencakup pengelolaan dokumentasi penerimaan dan pengeluaran barang, pencatatan kontainer atau kargo, serta perhitungan persediaan secara sistematis dan akurat. Selain itu, petugas administrasi logistik dituntut memiliki kemampuan penggunaan teknologi informasi, pelayanan pelanggan, serta pengetahuan tentang identifikasi dan penyimpanan produk sesuai standar. Dalam lingkungan kerja yang padat aktivitas, aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3) juga menjadi bagian penting yang harus diterapkan dan dipantau secara konsisten. Oleh karena itu, jabatan Logistics Administrative Officer membutuhkan personil yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga disiplin dan teliti dalam menjalankan prosedur kerja.
Untuk menjamin kualitas tenaga kerja di bidang ini, HSP Academy menyediakan pelatihan sertifikasi kompetensi melalui BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) sebagai langkah penting untuk memastikan bahwa tenaga kerja di bidang logistic administrative memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.
SASARAN DAN MANFAAT TRAINING LOGISTICS ADMINISTRATIVE OFFICER
Peserta mampu melengkapi dan mengelola dokumentasi penerimaan dan pengeluaran barang secara rapi dan akurat.
Peserta dapat menggunakan peralatan teknologi informasi dalam kegiatan administrasi logistik.
Peserta memiliki keterampilan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan secara profesional.
Peserta mampu mengidentifikasi produk dan menempatkannya di lokasi penyimpanan yang tepat.
Peserta dapat mencatat dan menyimpan data kontainer/kargo secara tertib.
Peserta terampil melakukan perhitungan dan pemantauan persediaan barang.
Peserta mampu melaksanakan dan memantau prosedur kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan logistik.
PERSYARATAN DASAR TRAINING LOGISTICS ADMINISTRATIVE OFFICER
Fotocopy KTP
Fotocopy Ijazah SMK Logistik s.d. Akademi Diploma 1 (D1)
Surat Keterangan Pengalaman Kerja sesuai Skema Sertifikasi
Surat Rekomendasi dari Pimpinan/Atasan Kerja
Curriculum Vitae
Pas foto terbaru 3×4 background merah sebanyak 2 (dua) lembar
Sertifikat Training Logistik Administrative Officer
UNIT KOMPETENSILOGISTICS ADMINISTRATIVE OFFICER
Melengkapi dokumentasi penerimaan dan pengeluaran barang
Menggunakan peralatan teknologi informasi di tempat kerja
Menerapkan keterampilan dalam melayani pelanggan
Mengidentifikasi produk dan menyimpannya ke tempat khusus
Menyimpan catatan kontainer/kargo
Melakukan perhitungan persediaan
Melaksanakan dan memantau prosedur kesehatan dan keselamatan kerja
FASILITAS TRAINING
Hard / Soft Copy Materi Training
Sertifikat Training dari HSP
Sertifikat Kompetensi dari BNSP
2x coffee break
Makan Siang
Gimmick
JADUAL TRAINING
Durasi Training Selama 2 hari + ujian 1 hari
TEMPAT PELAKSANAAN TRAINING
HSP Academy Training Center – Gading Serpong – Tangerang
Kami memiliki 8 ruang kelas dengan kapasitas 3-20 orang
Ruangan nyaman (Ada AC, projector, flip chart, tempat charger HP, meja dan kursi belajar yang ergonomis).
Industri 5.0 sering dianggap sekadar lanjutan dari Industri 4.0, padahal arahnya berbeda. Kalau Industri 4.0 menekankan otomatisasi dan efisiensi, Industri 5.0 membawa misi lain: teknologi harus bekerja untuk manusia, bukan sebaliknya — dan harus tetap ramah lingkungan serta tahan terhadap krisis.
Kenapa ini penting?
1) Menjaga peran manusia di tengah teknologi Robot dan AI tetap digunakan, tapi bukan untuk menggantikan semua pekerjaan manusia. Konsepnya kolaborasi — manusia memutuskan, teknologi membantu.
2) Produksi harus berkelanjutan Perusahaan sekarang tidak cukup hanya efisien. Mereka dituntut mengurangi limbah, emisi, dan dampak kesehatan lingkungan agar tetap diterima pasar dan regulator.
3) Perusahaan harus lebih tangguh menghadapi krisis Pandemi membuktikan banyak industri rapuh. Industri 5.0 mendorong sistem yang fleksibel, adaptif, dan punya rencana cadangan berbasis data.
4) Kesehatan dan keselamatan kerja jadi prioritas inti Bukan hanya mencegah kecelakaan fisik, tapi juga memperhatikan ergonomi, kelelahan, stres, dan wellbeing karyawan sebagai bagian dari strategi bisnis.
Intinya
Industri 5.0 bukan sekadar upgrade teknologi. Ini adalah perubahan cara berpikir: industri yang human-centric, sustainable, dan resilient akan lebih dipercaya, lebih kompetitif, dan lebih siap menghadapi masa depan
Training dan Sertifikasi: Bukan Sekadar Formalitas, Melainkan Identitas yang Sah
Training
Di tengah arus globalisasi dan persaingan dunia kerja yang semakin ketat, peningkatan kompetensi menjadi suatu keharusan. Salah satu bentuk konkret dari peningkatan kompetensi adalah melalui pelatihan (training) dan sertifikasi. Namun, masih banyak yang memandang kedua hal ini hanya sebagai formalitas administratif semata. Padahal, lebih dari sekadar selembar kertas atau syarat administratif, training dan sertifikasi merupakan bukti sah identitas profesional, sekaligus cerminan dari pengetahuan dan keterampilan seseorang dalam bidang tertentu.
Membedah Makna Training dan Sertifikasi
Training adalah proses pembelajaran yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta sikap kerja individu. Sementara itu, sertifikasi adalah pengakuan resmi dari lembaga yang berwenang bahwa seseorang telah memenuhi standar kompetensi tertentu. Dalam dunia industri dan pelayanan, keduanya menjadi fondasi penting dalam memastikan bahwa setiap tenaga kerja memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan kerja dan standar mutu.
Misalnya, dalam pengelolaan air limbah, seseorang yang bertanggung jawab sebagai penanggung jawab operasional tidak cukup hanya memahami secara teori. Ia harus memiliki kemampuan teknis yang mumpuni, serta pengetahuan akan regulasi dan prinsip keberlanjutan lingkungan. Sertifikasi dalam bidang ini bukan hanya alat administratif, melainkan bukti nyata bahwa individu tersebut layak dan kompeten menjalankan tugasnya.
Identitas Profesional yang Sah
Sertifikasi bukan hanya bukti telah mengikuti pelatihan, melainkan sebuah identitas sah yang menunjukkan bahwa seseorang memang telah diuji dan diakui keahliannya oleh lembaga resmi. Identitas ini menjadi pembeda antara tenaga kerja yang berkompeten dengan yang sekadar mengandalkan pengalaman tanpa standar yang terukur.
Dengan sertifikasi, seseorang tidak hanya dipercaya oleh tempat ia bekerja, tetapi juga diakui secara profesional oleh sektor industri yang lebih luas. Ia dapat membawa nama baik dirinya sebagai tenaga ahli di bidang tertentu dan memiliki peluang lebih besar untuk berkontribusi dalam skala nasional maupun internasional.
Didorong oleh Peningkatan Skill dan Pengetahuan
Training dan sertifikasi yang baik tidak berhenti pada proses pengakuan semata. Esensi utama dari keduanya adalah mendorong peningkatan skill (keterampilan) dan pengetahuan secara berkelanjutan. Dunia kerja saat ini sangat dinamis. Teknologi berubah cepat, regulasi diperbarui, dan tantangan lingkungan pun semakin kompleks. Oleh karena itu, pelatihan dan sertifikasi menjadi gerbang pembelajaran seumur hidup (lifelong learning).
Ketika seseorang mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, ia tidak hanya mendapatkan informasi baru, tetapi juga membuka ruang refleksi atas praktik kerjanya selama ini. Ia belajar cara yang lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan. Melalui sertifikasi, ia memastikan bahwa hasil belajarnya benar-benar terukur dan memenuhi standar nasional atau internasional.
Meningkatkan Kredibilitas dan Kepercayaan
Dalam berbagai bidang pekerjaan, terutama yang berkaitan dengan keselamatan, kesehatan, dan lingkungan (K3L), memiliki sertifikasi memberikan tingkat kredibilitas yang lebih tinggi. Misalnya, seorang penanggung jawab pengelolaan limbah yang tersertifikasi akan lebih dipercaya untuk menangani proyek-proyek besar, karena klien atau instansi pemberi kerja yakin bahwa orang tersebut telah teruji secara objektif.
Kepercayaan ini menjadi modal sosial yang penting. Tidak hanya memperkuat posisi individu di tempat kerja, tetapi juga mendorong terciptanya budaya kerja profesional di seluruh organisasi.
Mengubah Paradigma: Dari Kewajiban Menjadi Kesadaran
Tantangan terbesar dalam pelaksanaan training dan sertifikasi adalah mengubah paradigma bahwa keduanya hanyalah “kewajiban administratif” menjadi kesadaran profesional. Perubahan pola pikir ini harus dimulai dari individu hingga organisasi. Pihak manajemen harus memberikan ruang dan dukungan bagi pegawainya untuk terus belajar dan mengikuti sertifikasi. Sementara itu, setiap individu harus menyadari bahwa dengan meningkatkan kompetensi, mereka bukan hanya memperkuat posisi kerja mereka, tetapi juga berkontribusi pada kualitas kerja dan keberlanjutan organisasi.
Penutup
Training dan sertifikasi bukanlah seremonial belaka. Keduanya adalah manifestasi nyata dari komitmen terhadap profesionalisme, kualitas kerja, dan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. Di era modern seperti saat ini, identitas seorang profesional bukan ditentukan oleh lamanya masa kerja, tetapi oleh kompetensi yang terukur dan diakui secara sah.
Maka dari itu, marilah kita memandang training dan sertifikasi sebagai investasi jangka panjang — bukan hanya untuk karier, tetapi juga untuk pembangunan bangsa yang berkelanjutan dan berdaya saing global.